Kejahatan Bersenpi Meningkat, Oknum Polisi Terlibat


Kejahatan Bersenpi Meningkat, Oknum Polisi Terlibat
Ist

Medan, (beritasumut.com) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Trisila Sumatera Utara mengapresiasi kinerja Polda Sumatera Utara dengan terungkapnya kasus penembakan Bidan Nurmala Dewi Boru Tinambunan pada Selasa 26 Februari 2013, dengan penangkapan tersangka yang merupakan oknum polisi di Padang dan Riau.  

Demikian disampaikan Kepala Divisi Advokasi LBH Trisila Sumut Dedi Ismadi SH didampingi Staf Bintang Mangasi Panjaitan SH dan Hisca Situmorang SH dalam siaran pers yang diterima beritasumut.com, Rabu (27/02/2013). 

Namun jajaran Polda Sumut belum saatnya berpuas diri karena pengungkapan kasus tersebut sangat belum sebanding dengan jumlah kejahatan bersenjata api dan kejahatan yang melibatkan oknum polisi yang terjadi di Sumatera Utara. 

Menurut data LBH Trisila Sumatera Utara selama Tahun 2012 dari 41 kasus kejahatan bersenjata api hanya 4 kasus yang terungkap pelakunya. Sedangkan pelanggaran hukum yang melibatkan oknum polisi selama tahun 2012 ada 90 kasus yang diantaranya kaburnya tahanan 26 kasus, pemakai dan terlibat peredaran narkoba 23 kasus, penganiayaan dan kekerasa 11 kasus, oknum polisi melakukan zina/selingkuh 4 kasus, oknum polisi melakukan pemerasan 4 kasus, melakukan penembakan 4 kasus, oknum polisi ditangkap karena judi 3 kasus, oknum polisi melakukan pencurian 3 kasus, penangkapan sewenang-wenang yang dilakukan oknum polisi 2 kasus, oknum polisi membeking perjudian 2 kasus, oknum polisi melakukan pemerkosaan 2 kasus, pengaduan masyarakat yang tidak dilayani 1 kasus, oknum polisi poligami 1 kasus, oknum polisi melakukan tindak pidana penggelapan 1 kasus, oknum polisi melakukan pembunuhan 1 kasus, oknum polisi melakukan cabul 1 kasus, oknum polisi melakukan perampokan 1 kasus. 

Selama Januari dan Februari 2013 kejahatan bersenjata api sudah terjadi 22 kasus, dimana Polda Sumut baru mengungkap 3 kasus. Sedangkan pelanggaran hukum yang dilakukan oknum polisi selama 2013 sudah 9 kasus, yaitu penembakan 1 kasus, penganiayaan dan kekerasan 4 kasus terlibat peredaran dan pemakai narkoba 3 dan kasus cabul 1 kasus.

Banyaknya kasus kejahatan yang melibatkan oknum polisi tersebut menjadi gambaran (potret) buram keamanan di wilayah hukum Polda Sumatera Utara. Pengungkapan kasus yang tidak tuntas menjadi faktor tambahan rawannya keamanan di wilayah hukum Polda Sumatera Utara, misalnya kasus penembakan Bidan Dewi yang belum berhasil menangkap tersangka lainnya berinisial R. Terungkapnya keterlibatan aktif oknum Polisi menyediakan senjata api untuk digunakan dalam kejahatan bersenjata api menjadi faktor lain yang semakin memperburuk citra Polri selaku aparat keamanan bersenjata.   

Setiap Anggota Polri dalam melakukan tugas dan fungsinya semestinya menyadari dan menjalankan ketentuan Pasal 2 Undang-undang No 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Republik Indonesia yang berbunyi fungsi Kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, pelindung, pengayom dan pelayanan kepada masyarakat. 

LBH Trisila Sumut mengimbau Kapolda Sumatera Utara selaku penanggung jawab fungsi kepolisian di Sumut untuk memberikan perhatian yang serius guna mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak akibat kejahatan bersenjata api dan kejahatan yang melibatkan oknum polisi. Jangan berorientasi pada penegakan hukum semata dan menunggu sampai terjadi lagi kasus yang menimbulkan korban jiwa baru ditindak. Penarikan seluruh senjata api yang berada ditangan sipil menjadi langkah pencegahan yang harus segera dilakukan. Evaluasi dan pengawasan melekat terhadap seluruh Anggota Polri yang memegang senjata api juga mestinya dapat mencegah bertambahnya korban. Apabila kejahatan bersenjata api dan kejahatan yang melibatkan oknum polisi tetap meningkat maka Kapolda Sumatera Utara mesti melakukan evaluasi terhadap pejabat pengemban fungsi intelijen dan reserse di jajaran Polda Sumatera Utara. (BS-001)

Tag: