Raja Anita Akui Potong Dana Bansos


Raja Anita Akui Potong Dana Bansos
Google

Medan, (beritasumut.com) – Raja Anita Elisyia SE, terdakwa korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemprov Sumatera Utara Tahun anggaran 2010, mengaku dirinya melakukan pemotongan secara langsung atas dana bantuan atau hibah yang diperuntukkan bagi ketua yayasan pendidikan selaku peserta penerima dana tersebut.

Pengakuan itu, dilontarkannya saat diminta tanggapannya oleh majelis hakim, atas keterangan tiga orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum Netty Silaen dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (02/04/2013).

Dalam sidang yang berlangsung di Ruang Cakra VII, tiga orang saksi yakni Farida, Nurleli dan M Tohar, pada intinya menyatakan terdakwa secara langsung memotong dana bantuan hibah tersebut di Bank Sumut. Dari anggaran Rp50 juta, yang diterima hanya Rp30 juta. Sisanya diambil terdakwa.

“Kita dibawa ke Bank Sumut, untuk mencarikan dana yang masuk ker ekening yayasan. Namun pada saat pencairan, terdakwa yang mengambil dari kasir dan langsung memotong dananya,” ujar para saksi.

Selanjutnya, saksi juga mengatakan, pada saat pemotongan dana bansos, terdakwa menyebut dana yang diambil akan dibagi-bagi kepada pejabat tertentu sebagai dana pelicin. Pada saat pemotongan dana di Bank Sumut, bukan hanya terdakwa yang hadir. Terdakwa terlihat didampingi beberapa orang temannya. “Saya tidak kenal, karena belum pernah jumpa,” terang saksi.

Namun para saksi hanya tersenyum kecil dan tidak memberikan tanggapan, saat ditanya majelis apakah merasa kesal dengan adanya pemotongan yang dilakukan terdakwa. Usai mendengarkan keterangan para saksi, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan guna mendengarkan keterangan saksi lainnya.

Sebagaimana diberitakan, JPU dalam dakwaannya menjelaskan bahwa pada Tahun 2010 Provinsi Sumut menganggarkan belanja dana hibah atau bantuan sosial pada Biro Bina Kemasyarakatan Sosial (Binkemsos) dengan pagu anggaran Rp424.388.575.000 ditampung pada APBD Tahun 2010.

Pada anggaran tersebut ada 17 calon penerima bantuan hibah atau sosial diantaranya MDA Mahirul Bayani Deli Serdang, MDA An Nur Deli Serdang, SMP Bina Siswa Deli Serdang, TKA RA Yayasan Bimbingan Manasik Haji Arafah Medan Area, Masjid Baiturrahman Madina, SMP Swasta Al Hidayah Medan Tembung, Yayasan Perguruan Alwashliyah Medan, TKA-TPA Ar Ridho Deli Serdang.

Selanjutnya,  MDA Niftahul Ulum Asahan, Himpunan Muda-mudi Meranti Asahan, BKM Al Hazar Batubara, MDA Mizamiyah Asahan, Himpunan Pemuda Karya Mandiri Asahan, MTs Nurul Yakin Batubara, MDA Ridho Allah Labusel, PKBM Al Ikhlas Deli Serdang.

Sebanyak 16 calon penerima bantuan dana hibah atau sosial mendapat penyaluran dana masing-masing sebesar Rp50 juta. Sedangkan calon penerima bantuan sosial Himpunan Muda-mudi Meranti Asahan menerima bantuan senilai Rp150 juta.

Terdakwa memotong dana bansos antara Rp20 hingga Rp30 juta. Total keseluruhan yang diterima terdakwa sebesar Rp500 juta dengan rincian dana bantuan sosial Tahun 2010 secara tunai Rp302.500.000 dan via rekening terdakwa Rp197.500.000.

Terdakwa dikenakan Pasal 2, 3, jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 Tentang tindak Pidana Korupsi yang diubah menjadi UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat I ke-1 KUHP dan pasal 12 huruf g jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang tindak Pidana Korupsi yang diubah menjadi UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat I ke-1 KUHP. (BS-021)

Tag: