Rahudman Ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan


Rahudman Ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan
Walikota Medan nonaktif Rahudman Harahap resmi ditahan. (Ist)
Medan, (beritasumut.com) Jaksa mengeksekusi Walikota Medan nonaktif Rahudman Harahap untuk menjalani hukuman 5 tahun penjara dalam perkara korupsi, Selasa (15/4/2014). Dia langsung dikirim ke Rutan Tanjung Gusta, Medan.

Eksekusi dilakukan Tim Jaksa Kejari Padangsidimpuan dan Kejati Sumut. Mereka mendatangi kediaman Rahudman di Jalan Sei Serayu No 56, Medan, sekitar pukul 11.50 WIB.

Tim jaksa dikawal satu truk personel Brimob bersenjata lengkap. Mereka juga didukung 1 unit panser Barracuda.

Setelah berada di dalam rumah Rahudman sekitar 30 menit, tim jaksa membawa masuk mobil Toyota Innova BK 796 00 dan Avanza putih BK 1293 IO. Tak lama berselang dua mobil itu bergegas keluar dari rumah bercat putih itu setelah Rahudman dinaikkan ke dalam Innova.

Kedua mobil meninggalkan kediaman Rahudman dikawal ketat petugas Brimob dan Barracuda. Mereka menuju Rutan Tanjung Gusta, Medan.

Rahudman dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subider 6 bulan kurangan karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana Tunjangan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Tapanuli Selatan Tahun 2005, saat dia bertugas sebagai Pj Sekda Tapsel.

Majelis kasasi juga memerintahkan Rahudman membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp480.895.500. Dengan catatan, jika dalam waktu satu bulan tidak dibayar, harta bendanya akan disita dan dilelang. Jika hasil lelang tidak mencukupi, terdakwa akan dipidana penjara selama 1 tahun.

Hukuman itu dijatuhkan majelis hakim agung yang diketuai Artidjo Alkostar pada 26 Maret 2014. Mereka mengabulkan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Padangsidimpuan. Putusan perkara dengan Nomor 236 K/PID.SUS/2014 itu membatalkan vonis  bebas yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan.

Rahudman dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Dia  melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 18  UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Tim JPU yang diketuai Dwi Aries Sudarto mendakwa Rahudman melakukan tindak pidana korupsi dana TPAPD Tapsel 2005. Perbuatan itu dilakukannya bersama-sama dengan Amrin Tambunan selaku pemegang kas pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan--penuntutan terpisah dan telah lebih dulu diputus bersalah di Mahkamah Agung. Ketika kasus korupsi terjadi, Rahudman masih menjabat Pj Sekda Tapsel.

Rahudman dan Amrin didakwa dengan sengaja memanipulasi buku-buku atau daftar yang khusus untuk pemeriksaan administrasi sehingga merugikan keuangan negara. Perbuatan keduanya dinilai telah merugikan negara atau Pemkab Tapsel sebesar Rp2,071 miliar atau setidaknya sebesar Rp1,590 miliar dari dana TPAPD Tapsel 2005. Nilai kerugian ini sesuai hasil penghitungan BPKP Perwakilan Sumut. (BS-001)

Tag: