Senin, 24 Februari 2020

    Pihak Rutan Tidak Tahu Jenis Penyakit Kadis dan Bendahara PU Deli Serdang

    Kamis, 17 Januari 2013 04:48:00
    BAGIKAN:
    Ilustrasi Google

    Medan, (beritasumut.com) Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sumatera Utara tidak pernah mendapatkan laporan secara tertulis tentang kondisi kesehatan kedua terdakwa kasus korupsi anggaran Dinas PU Pemkab Deli Serdang senilai Rp105 miliar, Kadis PU deli Serdang Ir Faisal dan Bendahara Dinas PU Deli Serdang Elfian, yang kini statusnya menjadi tahanan rumah sesuai penetapan Ketua Majelis Hakim Tipikor Medan Deny L Tobing SH MH dengan Hakim Anggota Sugiyanto SH MHum, Jonner Manik SH MM, Kemas Ahmad Johari SH MH dan Denny Iskandar SH.

    "Sampai saat ini tidak ada pemberitahuan yang disampaikan kepada Dokter Rutan Tanjung Gusta, Medan," ujar Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumut Amran Silalahi di Medan, Sumatera Utara, Rabu (16/01/2013).

    Lebih lanjut Amran menyatakan, sah-sah saja pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tim medis yang bukan berasal dari rutan akan tetapi hasil pemeriksaan itu dikordinasikan kepada Dokter Rutan Tanjung Gusta untuk langkah medis selanjutnya. Namun koordinasi tidak ada sama sekali.

    Apakah pihak rutan kecolongan sekaitan pemeriksaan medis tanpa sepengetahuan petugas rutan? Amran menyatakan, alat-alat medis bukanlah barang yang dilarang masuk untuk ke dalam.

    "Sesuai dengan penetapan Majelis Hakim Tipikor yang menetapkan bahwa kedua terdakwa penahanan dialihkan menjadi tahanan rumah, tentunya kita tidak akan menghalanginya karena itu adalah kewenangan Majelis Hakim Tipikor Medan," ungkapnya.

    Sementara itu, Direktur Pushpa Sumut Muslim Muis menyatakan, banyak keganjilan terkait keluarnya penetapan kedua terdakwa korupsi PU Deli Serdang. Salah satunya majelis hakim tidak memperhatikan adanya surat pemeriksaan medis dari tim medis rutan.

    Namun hakim hanya melihat anjuran dari pihak RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam yang ditandatangani dr Frans Sihombing.

    "Untuk itulah kita berharap Komisi Yudisial yang bakal turun ke Medan untuk memproses kasus ini hingga tuntas, apalagi ini bisa mencederai penegakan hukum itu sendiri, ujarnya.

    Sementara itu, pantauan wartawan di Ruang Cakra I Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (16/01/2013), kedua terdakwa, Kadis PU Deli Serdang Ir Faisal dan Bendahara PU Deli Serdang Elfian tampak sehat. Kalau keduanya sakit, tentu tidak bisa mengikuti persidangan. (BS-021)
    T#g:Korupsi
      komentar Pembaca
      Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Polres Mandailing Natal Resmikan Zona Integritas Bebas Korupsi

    Beritasumut.com–Polres Mandailing Natal (Madina) menyelenggarakan kegiatan pencanangan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari

  • 2 minggu lalu

    Praktisi Hukum: KPK Jangan Tebang Pilih Kasus Suap DPRD Sumut

    Beritasumut.com-Terkait diumumkannya 14 nama tersangka baru anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 oleh KPK, praktisi Hukum Eka Putra Zakran SH memin

  • 3 minggu lalu

    Terindikasi KKN, Gubernur Sumut Diminta Batalkan P2K3 PDAM Tirtanadi

    Beritasumut.com-Dirut PDAM Tirtanadi, Trisno Sumantri diduga terlibat praktek Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) terselubung melalui penerbitan Su

  • 4 minggu lalu

    Kemenag RI dan KPK Perkuat Fungsi Pencegahan Korupsi

    Beritasumut.com-Kementerian Agama (Kemenag) RI, bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepakat untuk memperkuat fungsi pencegahan korups

  • satu bulan lalu

    15 Personil KPK Rekonstruksi di Hotel Swiss Belinn Jalan Gajah Mada Medan

    Beritasumut.com-Sebanyak 15 personil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan rekonstruksi kasus di Hotel Swiss Belinn Jalan Gajah Mada Medan.

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.