Pengacara Ignasius Sago Dilaporkan ke Dewan Kehormatan Peradi

Pengacara Ignasius Sago Dilaporkan ke Dewan Kehormatan Peradi
Google

Medan, (beritasumut.com) – Pengacara terdakwa Ignasius Sago, Junirwan Kurniawan SH diadukan ke Dewan Kehormatan (DK) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Medan terkait dugaan terjadinya pelanggaran Kode Etik Advokat Indonesia.

"Dinilai melanggar kode etik advokat tentang adanya benturan kepentingan didalam menangani kasus pembelian tanah seluas lebih kurang 515 ha di Desa Sikapas, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, pengacara Ignatius Sago, Junirwan kita adukan ke Peradi,” ujar Octo Bermand Simanjuntak di kantornya, Jalan Ayahanda, Medan, Sumatera Utara, Kamis (17/01/2013).

Pasalnya, lanjutnya, sekitar Tahun 2010, tanah pengadu berkisar 150 ha bagian dari 515 ha yang telah ditanami dengan kelapa sawit dipermasalahkan. Sehingga pengadu (Octo Bermand Simanjuntak) bersama-sama dengan Benny Dictus (menantu Ignasius Sago) ditetapkan sebagai tersangka karena tidak memiliki izin perkebunan.

"Karena dianggap melanggar Pasal 47 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia No 18 Tahun 2004 tentang perkebunan jo Pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHPidana dan dalam perkara tersebut pengadu memakai jasa pengacara Junirwan Kurniawan SH,” ujarnya.

Namun belakangan diketahui, bahwa Junirwan telah menjadi pengacara terdakwa Ignasius Sago dengan perkara yang sama.

"Kkita telah mendatangi Kantor Peradi Medan yang terletak di Jalan HM Yamin Komplek Serdang Emas No 3 Medan yang diterima langsung oleh Ketua Peradi Medan Charles Silalahi SH," lanjutnya.

“Dalam pengaduan tersebut kita menilai bahwa pengacara Junirwan telah melakukan pelanggaran kode etik UU No 18 Tahun 2003 tentang kode etik advokat," ujarnya seraya menyatakan bahwa Junirwan Kurniawan SH yang sebelumnya bertindak sebagai kuasa hukum pengadu (Octo Bermand Simanjuntak) menyangkut kasus tanah tersebut.

Namun, lanjutnya, ketika pengadu mengadukan Ignasius Sago mengenai objek tanah pengadu yang sama yang sebelumnya juga pernah dikuasakan kepada pengacaranya dalam hal ini Junirwan Kurniawan SH, ternyata Junirwan juga bertindak sebagai kuasa hukum dari orang yang diadukan dalam hal ini Ignasius Sago.

"Maka perbuatan dan tindakan dari teradu tersebut jelas telah bertentangan dengan undang-undang No 18 Tahun 2003 tentang Advokat dan Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) khususnya dalam Bab III Pasal 4 huruf h yaitu, advokat wajib memegang rahasia jabatan tentang hal-hal yang diberitahukan oleh klien secara kepercayaan dan wajib tetap menjaga rahasia itu setelah berakhirnya hubungan antara advokat dengan klien tersebut,” lanjut Octo Bermand Simanjuntak kembali.

Sementara Junirwan Kurniawan SH ketika dihubungi menyatakan sah-sah saja orang melapor.

"Dalam hal ini kita tidak tahu konteksnya tentang apa Octo Bermand Simanjuntak mengadukan saya ke Peradi. Namun setahu saya, sebelumnya ada dahulu kita menjadi pengacaranya namun belakangan kita tidak dibayar dan kemudian dia sendiri yang melakukan pencabutan kuasa kepada saya,"ujarnya.

Setelah itu, lanjutnya, tidak ada hubungan lainnya.

“Jadi sah-sah saja dia mau melaporkan saya ke Peradi, akan tetapi perlu diingat juga jika hal ini menyangkut nama baik kita akan mengadukan balik dia,” terang Junirwan kembali.

Sementara Ketua Peradi Medan Charles Silalahi SH mengakui telah menerima surat pengaduan Octo Bermand Simanjuntak terkait dengan adanya benturan kepentingan didalam menangani kasus pemalsuan data yang dilakukan oleh pengacara Junirwan SH.

"Kita telah menerima surat pengaduan tersebut. Saat ini kita sedang mempelajarinya," ujarnya. (BS-021)