Rabu, 23 Oktober 2019

    Konsumen Gugat Smartfren Rp1 Miliar

    Kamis, 10 Januari 2013 13:45:00
    BAGIKAN:
    Google

    Medan, (beritasumut.com) –  PT Smartfren, Jalan H Adam Malik No 153 B, Medan, Sumatera Utara, dilaporkan konsumen ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Medan. Smartfren dituntut membayar ganti rugi sebesar Rp1 miliar.

    Gugatan didaftarkan Safrizal, warga Jalan Garu I Gang Coklat Nomor 202, Medan ke BPSK Medan, Rabu (09/01/2013). Laporan pengaduan Nomor: 1/P3K/I/2013 diterima Siti Aisyah Dana SH.

    Safrizal kepada wartawan di Medan, Kamis (10/01/2013) membeberkan, awalnya modem Smartfren miliknya dengan nomor 08880730**** masih terisi pulsa Rp50.000. Namun pada saat ingin mendaftarkan paket 2 GB dengan cara mengetik (*123*3*1*2000) lalu meng-oke-kannya, ada balasan sms sebanyak tiga kali "Pulsa Anda tidak cukup untuk menikmati layanan ini. Segera lakukan isi ulang".

    “Padahal sebelum-sebelumnya bisa karena saya sudah membeli 5 buah modem Smartfren yang saya beli langsung di Mongonsidi atas nama saya Safrizal guna dipakai untuk keperluan ketiga media online -www.delinewsindonesia.com, www.inaberita.com dan www.123kali.com- yang berada di bawah kepemilikan dan kepemimpinan saya selaku CEO Deli Maya Coorporation,” ujarnya.

    Sebelumnya, kata Safrizal, ia pernah berhadapan dengan PT XL Axiata Tbk, Jalan Diponegoro, Medan, bermasalah lagi dengan Telkomsel sampai-sampai harus menurunkan massa berdemonstrasi di depan Kantor Telkomsel Medan, sekarang giliran Smartfren yang bermasalah.

    Akibatnya, Safrizal selaku CEO Demi Maya Coorporation -www.delinewsindonesia.com, www.inaberita.com dan www.123kali.com- dan menjabat pula sebagai Direktur Eksekutif Institute of Cosumers & Costumers Protection Center merasa dirugikan oleh Smartfren, sebab pemberitaan yang seharusnya berjalan lancar jadi tersendat. Belum lagi pelanggan Smartfren lainnya yang enggan komplain lantaran kesibukan mereka.

    “Bayangkan jika hal seperti ini dialami oleh 100 orang pelanggan atau konsumen,” ujarnya.

    Sebelumnya, Safrizal mengaku enggan melaporkan permasalahan ini ke call center atau service center, karena sebagaimana pengalaman sebelum-sebelumnya, hanya membuat sakit hati saja jika berurusan dengan call center atau service center, sementara keputusan tidak kunjung didapat.

    Buntutnya, Safrizal mengadu ke BPSK. Dalam pengaduannya, selain menuntut ganti rugi sebesar Rp1 miliar, Safrizal juga meminta pelaku usaha ditegur. (BS-001)
    T#g:KOnsumen
      komentar Pembaca
      Berita Terkait
  • 9 bulan lalu

    Presiden Jokowi Tandatangani PP Tentang Badan Perlindungan Konsumen Nasional

    Beritasumut.com-Dengan pertimbangan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan wewenang Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), pemerintah memandan

  • tahun lalu

    Lindungi Konsumen, Kemendag Wajibkan Pencantuman Label Pada Kemasan Beras

    Beritasumut.com-Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya melindungi konsumen khususnya konsumen beras. Salah satunya dengan mewajibkan pen

  • 2 tahun lalu

    Wagirin Arman Dukung Kenaikan Tarif Air Tirtanadi, LAPK Melapor ke BK DPRD Sumut

    Beritasumut.com-Anggota DPRD Sumut Wagirin Arman dilaporkan Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumut,

  • 3 tahun lalu

    Mendag: Konsumen Cerdas Pacu Peningkatan Daya Saing Produk Nasional

    Beritasumut.com-Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) yang diperingati setiap 20 April harus dijadik

  • 3 tahun lalu

    LAPK Sumut Kritisi Layanan Non Medis Pasien Kelas 3 yang Kerap Terabaikan

    Beritasumut.com-Sektor layanan non medis masih harus dibenahi oleh pihak rumah sakit (RS) di Medan. Pasalnya, diantara sejumlah kelas yang ada, pas

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.