Komnas PA Siap Dampingi Korban Pemerkosaan Oknum Guru PNS Hingga Melahirkan


Komnas PA Siap Dampingi Korban Pemerkosaan Oknum Guru PNS Hingga Melahirkan
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, korban dan ibunya. (Ist)
Medan, (beritasumut.com) Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) siap mendampingi korban pemerkosaan oknum Guru PNS di Desa Simamora Nabolak, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut), hingga kasus ini dapat diselesaikan dan pelakunya ditangkap.

"Saya melihat ini merupakan kegagalan Polres Taput. Biasanya 15 belas hari sejak adanya laporan korban, itu harus ditanggapi, tapi kenapa ini sampai 2 tahun dan pelaku masih bebas berkeliaran," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait di Kantor Komnas PA, Jalan Pelajar Timur, Medan, Sumut, Sabtu (5/4/2014) siang.

Ulida Boru Sitompul (43) bersama anaknya penyandang tuna wicara, E Boru P (18) warga Desa Simamora Nabolak, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut), mendatangi Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Jalan Pelajar Timur, Medan, Sumut, Sabtu (5/4/2014) siang.

Kedatangan mereka guna mencari keadilan tentang putrinya yang diperkosa oleh tetangganya  Marulak Aritonang (43), oknum PNS Guru SMP di sana. Tak hanya itu, keluarga korban juga kerap mendapat intimidasi dari pelaku

"Kapolres Taput harus menuntaskan masalah ini dan bertannggung jawab. Jika ada nanti perintah tes DNA kita akan segera melakukan tes DNA dan menangkap pelakunya," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kejadian pemerkosaan terhadap E Boru P terjadi pada Tahun 2012 lalu. Korban yang saat itu berusia 16 tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah pelaku.

"Anak saya bekerja sama pelaku dan saat suasana rumah sepi anak saya diperkosa hingga melahirkan seorang anak bernama Bintang pada September 2013 yang kini telah berusia 1,4 tahun," kata Boru Sitompul, ibu korban.

Mengetahui anaknya telah diperkosa sang majikan, Boru Sitompul pun melaporkan kejadian ini ke Polres Taput. Namun sayang, hingga kini pihak polres tidak pernah menindaklanjuti laporan korban.

"Polres Taput malah membola-bola saya dan hingga kini pelaku pun masih mengirup udara bebas," katanya.

Tak sampai disitu, katanya, untuk melakukan tes DNA apakah benar itu memang anak pelaku, pihak Polres Taput meminta Boru Sitompul menyiapkan uang sebesar Rp36 juta.

"Disuruhnya juper saya untuk menyediakan uang Rp36 juta untuk tes DNA anak yang dilahirkan anak saya untuk memastikan apakah itu benar hasil perbuatan pelaku atau tidak. Kayak mana mau saya sanggupi, untuk makan sehari-hari saja susah," ujarnya.

Untuk itu, kedatangannya ke Komnas PA meminta pertolongan agar dapat menyelesaikan kasus yang menimpa anaknya tersebut.

"Saya berharap Komnas PA dapat menyesaikan kasus saya dan pelaku dapat ditangkap. Sudah tak tau lagi kemana saya mau mencari keadilan," ujarnya. (BS-031)

Tag: