Kasus Pembunuhan Icha Sartika Br Situmorang, Polisi Periksa 12 Saksi


Kasus Pembunuhan Icha Sartika Br Situmorang, Polisi Periksa 12 Saksi
Mberngap Ginting

Tanjung Morawa, (beritasumut.com) – Guna mengungkap kasus pembunuhan Icha Sartika Boru Situmorang (19) yang ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya di Tambak Rejo, Lorong Cemara, Dusun VI, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (27/02/2013) lalu, pihak kepolisian sudah memeriksa 12 orang saksi diantaranya S yang disebut-sebut guru private korban serta AS yang disebut-sebut pengendara Yamaha Mio warna putih.

Namun, seluruh keterangan saksi yang diperiksa itu belum ada mengarah kepada pelaku. Sehingga pihak kepolisian tetap siaga di seputaran kediaman korban guna mengejar pelaku.

Kapolres Deli Serdang AKBP Dicky Patrianegara SH SIK MSi saat dikonfirmasi wartawan membenarkan pihaknya telah memeriksa 12 saksi. Namun belum ada tanda-tanda mengarah kepada pelaku pembunuhan korban. “Kita terus mendalami kasus ini guna mengungkap motif dan pelakunya,” katanya.

Informasi yang dikumpulkan, Jumat (01/03/2013), untuk mengungkap kasus ini, pihak kepolisian menurunkan dua ekor anjing pelacak bernama Joy dan Sergio di sekitar rumah korban sejak Kamis (28/02/2013). Akhirnya kedua hewan yang memiliki penciuman tajam itu beberapa saat mengelilingi sambil mencium rumah bermarga SK dan M. Kecurigaan pun mulai timbul. Diduga pelaku sangat kenal dengan korban.

Kemudian informasi beredar, sekira dua tahun lalu, Nelly Riamin Boru Rajagukguk, ibu korban pernah berselisih paham dengan seseorang berinisial SL terkait soal uang tarikan (jula-jula) saat keluarga korban masih mengontrak rumah di rumah milik marga Siburian di Gang Seno, Pasar VIII, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa.

Sejak saat itu sampai kini hubungan ibu korban dengan SL kurang harmonis meskipun pada saat ini SL sudah menjadi tetangga korban. Ironisnya, setiap SL berjumpa dengan ibu korban, pandangan SL terhadap ibu korban terkesan tajam terindikasi sinis.

Kecurigaan terhadap SL ini makin bertambah karena setelah korban ditemukan tewas, posisi HP milik korban yang dibawa pelaku sempat terlacak pihak kepolisian di kawasan Gang Cempaka, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam.

Warga pun mengaitkan posisi HP itu dengan alamat orang tua SL yang disebut-sebut di Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam. Namun hal itu masih dugaan warga dan berharap pihak kepolisian segera mengungkap kasus pembunuhan korban.

Selain itu, seseorang yang berinisial AR pernah meminjam uang kepada ibu korban Rp1 juta. Namun ibu korban menolaknya dengan alasan tidak memiliki uang. Namun, Senin (25/02/2013), AR sempat datang ke rumah korban di saat korban sedang sendiri di rumah, karena ibu korban sedang bekerja di PT Medisafe Technologies yang berada di belakang rumah korban.

Saat ibu korban pulang ke rumah, korban sempat bercerita kepada ibunya, bahwa AR datang ke rumah korban terkait pinjaman uang itu. Namun ibu korban menjawab sudah diberitahu kepada AR terkait pinjamannya ditolak ibu korban. Esoknya, Selasa (26/02/2013), ibu korban sempat berjumpa dengan AR di Simpang Tambak Rejo di pangkalan becak. Saat itu AR kembali bertanya terkait pinjamannya, tapi ibu korban menjawab dia tidak memiliki uang karena uang yang dijalankan itupun adalah uang orang lain.

Informasi lain diperoleh, sebelum korban ditemukan tewas dikamarnya, ada seorang cowok bermarga MN mengutarakan cintanya terhadap korban. Namun korban menolaknya. Terkait M ini, menurut informasi tinggal di rumah abangnya yang berada di ujung Lorong Cemara yang sempat dikelilingi dan dicium anjing pelacak beberapa saat lamanya, Kamis (28/02/2013) sore. “Rumah SL itu persis di depan rumah M,” sebut sumber. (BS-028)

Tag: