Jumat, 21 Februari 2020

    Kasus Korupsi Proyek Air Bersih PDAM Tirta Nchio Dairi, Giliran Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Diperiksa Kejati Sumut

    Jumat, 14 Februari 2014 21:01:00
    BAGIKAN:
    Google
    Ilustrasi
    Medan, (beritasumut.com) Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait kasus korupsi proyek air bersih PDAM Tirta Nchio, Kabupaten Dairi.

    Kali ini giliran Robert Purba selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa, yang dipanggil dan datang memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

    "Jadwalnya hari ini pemeriksaan terhadap ketua panitia pengadaan barang dan jasanya si Robert Purba. Udah datang tadi pagi jam 10. Lagi dalam pemeriksaan tim penyidik," ujar Kasipenkum Kejati Sumut Chandra Purnama di Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Kamis (13/2/2014).

    Kata Chandra, Robert diperiksa sebagai saksi berkaitan dengan kegiatan pembangunan infrastruktur air bersih yang ada hubungannya dengan pengadaan barang dan jasa.

    Ia mengatakan kalau pemeriksaannya seputaran tugas dan apa yang diketahuinya saat menjabat.

    "Pemeriksaannya sebagai saksi, sesuai dengan tugasnya, apa yang diketahuinya dengan kasus tersebut, seputaran itulah yang ditanyai tim penyidik kita," jelasnya.

    Namun hasil dari pemeriksaannya, Chandra mengatakan tidak dapat memberikan hasil pemeriksaannya dengan alasan tidak dapat dipublikasikan.

    "Kalau hasil pemeriksaannya itu gak bisa kita publikasikan, itu kan rahasia," ungkapnya.

    Sebelumnya, pihak Kejati Sumut telah menetapkan Dirut PDAM Tirta Nchio Dairi Rafael Ginting dan Bendahara PDAM Midawati Sembiring sebagai tersangka.

    Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi proyek aliran pembangunan infrastruktur air bersih senilai Rp9 miliar dalam anggaran Tahun 2010. Namun keduanya belum diperiksa sebagai tersangka bahkan tidak ditahan.

    Kedua pejabat PDAM Tirta Nchio Dairi yang masih aktif itu ditetapkan sebagai tersangka pada 1 November 2013 lalu.

    Dugaan korupsi itu, berkenaan dengan kucuran dana dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam bentuk Dana Penguatan Desentralisasi Fiskal Tahun 2010, untuk pembangunan infrastruktur air bersih di Dairi.

    Namun, dari total anggaran Rp9 miliar yang dikucurkan, PDAM Tirta Nchio Dairi mengerjakan proyek tersebut tidak sesuai dengan acuan yang dikeluarkan Kemenkeu. Dalam kasus ini penyidik menemukan adanya anggaran yang tidak sesuai dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Makanya berujung menjadi temuan korupsi.

    Pengungkapan kasus itu bermula dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti penyidik dan setelah dilakukan pengusutan ternyata ditemukan adanya unsur korupsi. (BS-021)
    T#g:
      komentar Pembaca
      Berita Terkait
  • 4 tahun lalu

    Kematian Ikan di Silalahi Diduga Akibat Kadar Belerang Tinggi

    Beritasumut.com-Kematian ratusan ton ikan di kawasan Danau Toba kembali terjadi. Bila sebelumnya kematian ikan dialami petani Kerambah Jaring Apung (K

  • 4 tahun lalu

    Kasus DBD di Dairi Meningkat, Dinkes Akui Belum Ada Laporan Korban Meninggal

    Beritasumut.com-Sebanyak 107 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan di Kabupaten Dairi, terhitung dari Januari hingga April 2016. Kepala Bidang P

  • 4 tahun lalu

    Aspidum dan Aspidsus Kejati Sumut Dimutasi

    Beritasumut.com - Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) dan Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Ut

  • 4 tahun lalu

    68 Tahun Kabupaten Dairi, Teruslah Lestarikan Budaya Lokal

    Beritasumut.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi mendorong Kabupaten Dairi terus melestarikan budaya lokal s

  • 4 tahun lalu

    AKBP Ahmad David Jadi Kapolres Dairi

    Beritasumut.com - Sejumlah Kapolres jajaran Polda Sumatera Utara (Sumut), dimutasi termasuk Kapolres Dairi. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.