Herianto Simbolon Tewas Dengan Luka Tusuk di Sekujur Tubuh

admin admin
Herianto Simbolon Tewas Dengan Luka Tusuk di Sekujur Tubuh
Ilustrasi Google

Medan, (beritasumut.com) Kematian Herianto Simbolon sungguh sangat tragis. Korban tewas setelah bersenang-senang dengan temannya di Karaoke New Zone, Jalan Wajir/Mangkubumi, Medan, Sumatera Utara.

Kisah kematian korban terungkap dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri Medan, Jalan Pengadilan, Medan, Sumatera Utara, Selasa (15/01/2013).

Sidang kali ini untuk mendengarkan kesaksian Wolter Monginsidi Simbolon, Siti Aisyah dan Lita yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum Lila.

Saksi WM Simbolon warga Jalan Seksama yang tak lain ayah korban dalam keterangannya mengakatan dia tidak tahu siapa pembunuh anaknya. Dia hanya mengetahui anaknya telah meniinggal dunia di RS Elisabeth, Medan, setelah dihubungi oleh rekan korban.

"Saya tidak tahu Pak Hakim siapa yang membunuh, yang saya tahu cuma di RS Elisabeth anak saya udah tewas dengan penuh luka tusuk di seluruh tubuhnya," terangnya.

Dengan nada tinggi sambil menangis saksi WM Simbolon mengatakan, dia yakin bahwa anaknya bukan dibunuh oleh satu orang melainkan lebih dari satu orang.

"Anak saya jago karate tidak mungkin kalau hanya satu orang yang bunuh dia, pasti lebih sari satu," teriaknya dihadapan majelis hakim yang diketuai Karto Sirait.

Sementara itu saksi Siti Aisyah, pacar korban menyatakan tidak mengetahui siapa yang membunuh.

"Saat itu kami berada di Karaoke New Zone, kami ada 12 orang di ruang KTv. Korban duduk di sebelah saya sedangkan terdakwa duduk paling ujung. Kami asyik bernyanyi sampai pagi dini hari, tidak ada pertanda apa-apa," ucap saksi sambil menangis.

Setelah keluar dari karaoke sekitar pukul 02.00 WIB, Siti Aisyah dan saksi Lita turun ke bawah, dan korban ke kamar mandi.

"Berselang lima menit kami keluar ada dengar suara teriakkan, dan saya naik ke atas lagi, saya melihat korban digotong orang dengan keadaan bersimbah darah, dan korban langsung dibawa ke rumah sakit," jelasnya.

Saksi Lita dalam kesaksiannya juga mengatakan tidak mengetahui siapa pembunuh korban.

"Korban itu dahulu tetangga saya, dan saya juga bekerja di Karaoke New Zone. Saya tidak tahu persis kejadiannya, saya hanya mendengar suara jeritan, dan korban dibopong oleh kapten (manager) saya dari kamar mandi," bebernya.

Saksi Lita juga mengaku ikut ke RS Elisabeth membawa jenazah korban.

Usai mendengar keterangan saksi, majelis hakim menunda persidangan hingg pekan depan dengan agenda yang sama yakni keterangan saksi.

Terdakwa Washington Nainggolan warga Jalan Elang, Medan, diduga telah melakukan pembunuhan terhadap Herianto Simbolon pada 29 Juni 2012 lalu di Karaoke New Zone, Medan.

Terdakwa dijerat  Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 Ayat 3 KUHP dengan ancaman seumur hidup. (BS-021)