BNN Amankan 5 Peracik Sabu di Medan & Aceh


BNN Amankan 5 Peracik Sabu di Medan & Aceh
A Chan
Kepala Bagian Humas BNN Kombes Pol Slamet Pribadi memberikan keterangan kepada wartawan.
Beritasumut.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengamankan lima orang peracik sabu di Medan dan Aceh pada Jumat (24/4/2015) lalu.

Kepala Bagian Humas BNN Kombes Pol Slamet Pribadi di Medan, Senin (27/4/2015) malam menyebutkan, awalnya BNN menggerebek sebuah rumah di Dusun Batang Duku, Desa Lubuk Damar, Kecamatan Seruai, Kabupaten Aceh Tamiang. Dari rumah tersebut, BNN mengamankan SO (45, R, M (35) dan R (40).

"M berperan sebagai koki pembuat sabu, SO (45) berperan sebagai pemodal, R (40) berperan sebagai pembuat sabu dan R merupakan istri dari SO," katanya.

Selanjutnya, di hari yang sama BNN bergerak ke Medan dan mengamankan Erik Barus (28) dikediamannya di Jalan Jamin Ginting, Gang Bendungan, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

"Dari kediaman Erik, kita menemukan barang bukti jerigen berisi cairan pembuat sabu, gelas, tungku, kompor listrik dan bahan pembuat sabu," ungkapnya.

Selain itu, BNN juga menemukan sebuah buku cara membuat narkoba.

"Pelaku membuat narkoba berdasarkan referensi dari internet. Pelaku mengkopi cara membuat sabu lalu menjadikannya buku. Dari situ, pelaku belajar cara membuat sabu. Sabu hasil produksinya diedarkan di Kota Medan," akunya.

Slamet menambahkan, para pelaku telah menjalankan bisnisnya sejak dua tahun lalu.

"Mereka mendapatkan bahan pembuat sabu dikirim melalu jalur laut di Tanjung Balai maupun Asahan secara secara ilegal. Pelaku akan kita jerat dengan Pasal 114 ayat (1), Pasa 113 ayat (1) Pasal 132 subs Pasal 112 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup," pungkasnya.

Sementara, Kepala Lingkungan I Kelurahan Mangga Rasta Malem Ginting mengaku kecolongan adanya pembuatan sabu di daerahnya.

"Kecolongan kita. Pelaku ini baru enam bulan menempati rumah ini. Ini rumah orang tuanya. Kita sama sekali tidak mengetahui rumah itu dijadikan pabrik sabu. Data pelaku yang kita terima juga berbeda," jelasnya.

Ia menambahkan, pelaku kesehariannya membuka usaha bengkel. "Yang kita tahu, pelaku membuka usaha bengkel dan memang jarang di rumah," pungkasnya. (BS-031)

Tag:BNN