Aniaya Petugas Kebersihan Kampus, Mahasiswa UMA Dipolisikan


Aniaya Petugas Kebersihan Kampus, Mahasiswa UMA Dipolisikan
Google
Ilustrasi
Medan, (beritasumut.com) Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Medan Area (UMA) Teguh dilaporkan ke Polsek Percut Sei Tuan karena menganiaya Nasran Hutabarat (24) warga Sibolga yang bekerja sebagai petugas kebersihan di UMA.

Di Mapolsek Percut, Sabtu (11/1/2014), korban menceritakan, kejadian ini berawal saat dirinya ingin membersihkan kamar mandi Fakultas Psikologi.

Namun, pintu kamar mandi tersebut terkunci dan dirinya mencoba menggedor sembari menanyakan apakah ada orang di dalam.

 Saat mendengar ada suara orang dari dalam kamar mandi, dirinya pun pergi sejenak mengerjakan untuk membersihkan ruangan Fakultas Psikologi lainnya.

Selesai mengerjakan tugas lainnya, korban kembali lagi ke kamar mandi tersebut dan mendapati pintu masih tertutup. Korban kembali mengetuk, namun pelaku masih berada di dalam dan korban kembali menyapu daerah lainnya.

Untuk ketiga kalinya, korban kembali datang dan melihat pintu tertutup. Korban kembali mengetuknya, seraya berucap ingin mengambil kain pel.

Merasa kesal lantaran diganggu saat buang air besar (BAB), pelaku keluar dari dalam kamar mandi dan langsung memaki korban.

Melihat pelaku geram, korban pun meminta maaf. Namun, maaf korban tidak diindahkan dan pelaku emosi dan langsung memukul pipi kiri korban hingga bengkak. Tak sampai di situ, pelaku yang belum terpuaskan emosinya kembali menunjang perut korban.

"Saya dipukulnya, katanya dia (pelaku) lagi BAB dan diganggu. Kemudian aku ditunjangnya sambil berkata, kau pikir siapa kau? Aku bayar di sini, katanya gitu, Bang," kata pelaku menirukan ucapan pelaku.

Mendengar ada keributan, teman pelaku kemudian mendatangi korban. Namun bukannya melerai, teman pelaku malah menunjang dan memiting leher korban.

Di saat bersamaan, teman korban yang melihat kejadian itu mendatangi pelaku dan berusaha melerainya. 

"Aku nyampek di situ, hampir bersamaan sama kawannya pelaku, Bang. Di situlah kulihat temanku ditunjang dan memiting leher kawanku, kemudian disuruhnya main one by one di luar. Jadi aku coba memisahkanya, Bang, terang teman korban, Iwan.

Tak mau meladeni para mahasiswa itu, korban dan temannya lantas meminta maaf. Namun, permintaan maaf korban dan temannya tidak digubris. Pelaku malah mengancam keduanya dan menyuruhnya pergi. Untunglah pertikaian itu dapat dilerai oleh petugas keamanan dan kebersihan lain yang datang belakangan.

"Udah minta maaf beberapa kali saya dan teman saya itu, Bang. Tapi dia (pelaku) sombong kali, gak mau memaafkannya, padahal udah dipukulnya kawan saya itu di depan mata saya," bebernya lagi.

Di situ, kedua pihak pun mencoba berdamai, namun tak menemukan jalan keluar, lantaran pelaku tak mau bertanggung jawab atas pemukulan yang membuat wajah dan tubuh korban lebam.

"Untunglah datang orang keamanan dan petugas lain, baru dapat dilerai. Tapi mereka masih mempersalahkan kami dan kami pun meminta perobatanlah, tapi mereka tidak mau," ujarnya.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Ronald Sipayung ketika dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan korban, namun korban beserta saksinya masih menjalani pemeriksaan. 

"Kita masih memeriksa korban dan saksinya. Secepatnya kita akan proses, ucapnya singkat. (BS-001)

Tag: