Rabu, 13 November 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Wagub Minta TPID Tekan Angka Inflasi di Sumut di Bawah 0,52 Persen

Wagub Minta TPID Tekan Angka Inflasi di Sumut di Bawah 0,52 Persen

Jumat, 11 Juli 2014 20:40:00
BAGIKAN:
Wagub Sumut Erry Nuradi (tengah) memimpin rapat High Level Meeting TPID Sumut di Lantai III Kantor BI Wilayah IX Sumut-Aceh, Jalan Balaikota, Medan, Jumat (11/7/2014). (Ist)
Medan, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Erry Nuradi meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut menekan laju inflasi dengan melakukan koordinasi terpadu dengan TPID Kabupaten/Kota guna menjaga ketersediaan sejumlah bahan kebutuhan pokok.

Laju angka inflasi Sumut dalam triwulan terakhir, tercatat periode Juni 2014 sebesar 0,52 persen akibat kenaikan harga bahan pangan dan sayuran.

Hai tersebut disampaikan Wagub Erry Nuradi dalam rapat High Level Meeting TPID Sumut di Lantai III Kantor Bank Indonesia Wilayah IX Sumut-Aceh, Jalan Balaikota, Medan, Jumat (11/7/2014) sore.

Hadir dalam rapat tersebut, Kepala Perwakilan BI Wilayah IX Sumut-Aceh Difi A Johansyah, Deputi, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sumatera Utara Sabrina, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, perwakilan TPID sejumlah Kabupaten/Kota di Sumut, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan, Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sumut serta perwakilan Bulog.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Erry Nuradi mengatakan, berdasarkan laporan TPID Sumut, stok pangan di Sumut aman hingga 6 bulan ke depan, meliputi ketersediaan stok beras, minyak goreng, gula dan kebutuhan pangan lainnya.

“Meski begitu, TPID Sumut harus terus berkoordinasi dengan TPID di seluruh kabupaten/kota terus memantau ketersediaan sejumlah komoditi yang dapat memicu inflasi, apalagi saat ini menjelang lebaran, libur panjang dan masuknya tahun ajaran baru,” imbau Erry.

Selain bahan makanan, sejumlah persoalan juga layak menjadi perhatian TPID Sumut, terutama adanya rencana penyesuaian harga gas elpiji 3 kilogram dipasaran yang dikhawatirkan memicu laju inflasi. Harga gas elpiji di tingkat pangkalan Rp12.750 per tabung, namun di sejumlah daerah antara Rp13.500 bahkan ada yang mencapai Rp16.000 per tabung.

“TPID juga perlu berkoordinasi dengan pihak Pertamina agar ketersediaan stok gas elpiji dipasaran tetap terjaga. Begitu juga dengan harga. Pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi,” sebut Erry.

Kenaikan tiket menjelang masa libur panjang juga dikhawatirkan menjadi salah satu penyebab inflasi di Sumut. Untuk itu, Dinas Perhubungan dan perusahaan jasa transportasi udara, laut dan darat untuk tidak menaikkan harga tiket melebihi ketentuan pemerintah.

“Saya minta Dinas Perhubungan melakukan koordinasi dengan pihak pengelola jasa transportasi, tidak hanya maskapai penerbangan, namun juga pengelola jasa transportasi darat untuk tidak menaikkan harga tiket di luar ketentuan yang berlaku,” ucap Erry.

Erry juga mengatakan, stok daging di Sumut untuk kebutuhan lebaran terpantau aman dengan tersedianya 1.500 ekor sapi di Langkat atau setara dengan 6.350 ton daging.

“Kita berharap, dengan menjaga ketersediaan bahan makanan, sayuran, gas elpiji, stabilitas tiket angkutan, angka inflasi Sumut yang sebelumnya 0,52 persen dapat ditekan lebih rendah pada triwulan berikutnya,” harap Erry.

Sementara Ketua Tim Ahli TPID Biro Ekonomi dan Pembangunan Kota Medan Qamarul Fattah mengatakan, tingkat inflasi di Medan periode Juni lalu tercatat 0,6 persen terutama dipicu kenaikan harga kebutuhan pangan.

Guna mengantisipasi laju angka inflasi, Pemko Medan menggelar pasar murah di 151 titik yang tersebar di 21 kecamatan di Medan sepanjang bulan suci Ramadhan tahun ini.

“Tujuannya untuk stabilisasi harga dipasaran, karena 82 persen pemicu inflasi Sumut akibat kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di Medan,” ujar Qomarul.

Selain itu, salah satu langkah strategis menekan laju angka inflasi di Sumut, pihaknya telah mendorong petani mengembangkan sentra sayuran di kawasan Medan Marelan, terutama pengembangan bawang merah dengan luas mencapai 5 hektar.

“Triwulan sebelumnya, hasil sayuran dari kawasan Medan Marelan dapat menjaga stabilis ketersediaan stok di Medan yang sempat goyang akibat letusan Gunung Sinabung. Tanaman bawang merah di Marelan akan panen akhir Agustus mendatang. Memang belum bisa memenuhi kebutuhan lebaran, setidaknya ada stok cukup untuk Medan,” tambah Qamarul. (BS-001)
T#g:Wagub
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Hattrick, Solahuddin Kembali Pimpin Asita Sumut, Wagub Harapkan Sinergi Kembangkan Pariwisata

    Beritasumut.com–Solahuddin Nasution kembali dilantik menjadi Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut untuk pe

  • 2 minggu lalu

    Coalition for Sustainable Livelihoods 2019, Wagub: Upaya Konservasi Harus Dilakukan Bersama

    Beritasumut.com–Upaya konservasi lingkungan harus dilakukan secara bersama-sama dan bersinergi semua kelompok, baik pemerintah, swasta, masya

  • 2 minggu lalu

    E-Paspor Diluncurkan, Wagub Sumut Minta Layanan Keimigrasian Ditingkatkan

    Beritasumut.com–Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meresmikan peluncuran Paspor Elektronik (e-Paspor), di Kantor Im

  • 2 minggu lalu

    Pemprov Sumut Gelar Sosialisasi Hindari Jerat Delik Korupsi, Berantas Korupsi dan Pencucian Uang

    Beritasumut.com–Korupsi dan pencucian uang merupakan dua tindak pidana yang paling sering terjadi di kalangan pemerintahan. Pemerintah Provin

  • 4 minggu lalu

    Pemprov Sumut Dukung Upaya Penurunan Tingkat Kematian Ibu dan Bayi

    Beritasumut.com–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi dan mendukung program USAID Jalin di Sumut, yang bertujuan

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.