Rabu, 23 Oktober 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Tiongkok Tawarkan Bangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Tiongkok Tawarkan Bangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Selasa, 11 Agustus 2015 14:30:00
BAGIKAN:
Setkab
Presiden Jokowi menerima paparan hasil studi kereta api cepat Jakarta-Bandung dari Pemerintah RRT, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/8/2015).
Beritasumut.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi sejumlah Menteri Kabinet Kerja menerima kunjungan Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xu Shaoshi, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/8/2015) siang.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil yang mendampingi Presiden Jokowi mengatakan, dalam pertemuan itu delegasi Pemerintah RRT yang dipimpin Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi Xu Shaoshi melaporkan hasil studi kelayakan perusahaan Tiongkok terhadap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Pemerintah telah menerima hasil studi itu dan akan mempelajari serta memutuskannya dalam waktu secepatnya," ujar Sofyan kepada wartawan dalam konferensi pers bersama Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi Xu Shaoshi, seusai pertemuan dengan Presiden Jokowi, seperti dilansir situs resmi Setkab RI.

Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi Xu Shaoshi mengatakan, menjelaskan sebagai utusan Presiden Tiongkok, ia bertemu Jokowi untuk menyerahkan hasil studi kelayakan sesuai yang dijanjikan.

"Saya sudah bertemu dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri BUMN, Menko Perekonomian, besok saya akan bertemu Wapres dan pejabat lainnya," kata Shaoshi.

Menurut Shaoshi, dalam delapan bulan terakhir, dua pemimpin negara, yaitu Presiden Jokowi dan Presiden RRT Xi Jinping sudah melakukan tiga kali pertemuan untuk meningkatkan kerja sama. Pertemuan itu menghasilkan beberapa rencana kerja sama, salah satunya adalah proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung yang ditandatangani nota kesepahamannya pada Maret 2015.

"Pada April dan Juni 2015 disepakati kerangka kerja dan pada hari ini diserahkan hasil studi kelayakan kepada Presiden Jokowi," papar Shaoshi.

Mengenai kereta cepat Jakarta-Bandung, menurut Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi RRT itu, akan menempuh jalur sejauh sekitar 150 km mulai dari Halim ke Bandung, dan terhubung ke Gambir dengan jaringan yang sudah ada.

Sementara jumlah stasiun yang dilalui ada delapan, dengan kecepatan kereta nantinya sekitar 300 km per jam.

Shaoshi menegaskan, harga yang ditawarkan Pemerintah RRT merupakan  harga yang lebih kompetitif dengan proposal yang lebih baik. 

"Kami jamin bisa rampung dalam tiga tahun, ground breaking akhir Agustus 2015 dan selesai 2018 akhir," katanya.

Adapun untuk pengelolaannya, Shaoshi mengemukakan, pihaknya menawarkan untuk membentuk perusahaan bersama (join venture) BUMN Indonesia-Tiongkok untuk mengelola kereta api cepat itu dengan Indonesia memegang 60 persen dan sisanya Tiongkok.

"Kami ingin serius berbagi dengan Indonesia dalam mewujudkan kereta api cepat di Indonesia," ujar Shasoshi.

Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi RRT itu meyakini, dalam lima tahun ke depan pengoperasian kereta api cepat Jakarta-Bandung sudah bisa memberikan keuntungan. (BS-001)
T#g:tiongkok
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Atlet TNI dan Karateka Indonesia Ikuti Kejuaraan Karate Dunia di Wuhan Tiongkok

    Beritasumut.com-Para atlet TNI yang tergabung dalam Kontingen Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI) mengikuti kejuaraan kelas dunia dalam 7th CI

  • 4 minggu lalu

    Mendag: Optimis Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi Indonesia-Tiongkok

    Beritasumut.com-Menteri  Perdagangan  (MEndag) Enggartiasto   Lukita   menyampaikan, Indonesiasiap  untuk 

  • 3 bulan lalu

    Hadiri Perkenalan Konjen Tiongkok, Wakil Wali Kota Medan: Pemko Siap Terima Investor Tiongkok

    Beritasumut.com-Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH dihadiri Wakil Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution, MSi mengikuti acara Resepsi Mak

  • 3 bulan lalu

    Konjen Tiongkok Baru Qiu Weiwei Sambangi Pemko Medan

    Beritasumut.com-Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH menerima kunjungan Konsulat Jendral (Konjen) Tiongkok untuk Kota Medan, Ms Qiu Weiwei d

  • 4 bulan lalu

    Kasus Pengantin Pesanan di Tiongkok, Kemenag Siap Bantu Lindungi WNI

    Beritasumutc.com-Dalam kurun waktu 2012-2019, sejumlah praktik Pengantin Pesanan terjadi di negara Tiongkok. Disinyalir praktik tersebut merupakan

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.