Ekonomi

REI Sumut Bangun 7.500 Rumah Murah

REI Sumut Bangun 7.500 Rumah Murah
Ilustrasi. (Google)
Beritasumut.com DPD Realestat Indonesia (REI) Sumatera Utara (Sumut) mendukung program pemerintah menyediakan Rumah Sederhana Tapak (RST), sejuta unit rumah pada 2015 bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dukungan ini dilakukan dengan membangun sebanyak 7.500 unit rumah murah. Target ini meningkat dibandingkan Tahun 2014 yang hanya sekitar 5.000 unit.

Hal ini disampaikan Ketua Umum DPD REI Sumut Umar Husin didampingi Wakil Sekretaris Tomi Wistan, Bendahara Reza Sirait, Wakil Ketua Bidang Rumah Menengah Atas Zamri Riduan, Wakil Bendahara Raphael di Medan, Rabu (4/2/2015).

"Kita sangat mendukung program pemerintah ini, dari satu juta unit rumah yang akan dibangun, REI Indonesia menyumbang sekitar 250 ribu unit rumah RST, dan Sumut meyumbang 7.500 unit," ujarnya.

Selain dukungan yang diberikan, REI meminta pemerintah dapat memenuhi beberapa syarat.

"Kunci sukses pengadaan satu juta rumah bagi MBR itu ada tiga, diantaranya sinkronisasi regulasi dan birokrasi terkendali dan terlaksana sampai tingkat pelaksanaan, meningkatkan daya beli MBR dan sinergitas pemerintah dan swasta untuk meningkatkan menyediakan perumahan bagi MBR," katanya.

Lanjutnya, dari tiga hal tersebut, dapat dijabarkan keinginan REI diantaranya, penyelesaian rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) dan rencana detail tata ruang (RDTR), pengendalian harga dan  pembebasan lahan, pembebasan biaya perizinan, serta waktu dan biaya pensertifikatan.

"Kemudian, untuk meningkatkan daya beli kami berharap suku bunga maksimal 5%, saat ini kan suku bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 7,25%, ini untuk meningkatkan kemampuan daya beli di kalangan MBR. Kemudian, subsidi suku muka, dan BPHTB 1% karena selain PPN 0% dan PPh 1%, diperlukan juga penyesiaian pengenaan BPHTB bagi MBR sebelumnya 5% menjadi 1%, komitmen perbankan, KPR bagi pekerja sektor informal dan bantuan uang muka bagi PNS dan Polri," katanya.

Kemudian, pemanfaatan lahan milik pemda, kredit pemilikan lahan, penyediaan dana yang memadai, dukungan infrastruktur dan kelistrikan dengan menyediakan jaringan dengan daya 900 watt per unit.

Pemda juga harus bertanggung jawab atas penyerapan pasar yang ada, agar rumah yang sudah dibangun bisa diserap, katanya. (BS-001)