Senin, 14 Oktober 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Pengusaha Jangan Anggap Iuran BPJS Ketenagakerjaan Sebagai Beban

Pengusaha Jangan Anggap Iuran BPJS Ketenagakerjaan Sebagai Beban

Selasa, 11 Agustus 2015 21:10:00
BAGIKAN:
Google
Ilustrasi.
Beritasumut.com - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengingatkan para pengusaha aga tidak menganggap program jaminan sosial yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan sebagai beban, melainkan investasi yang baik untuk membangun hubungan industrial yang baik dan menyediakan perlindungan bagi pekerja.

"Saya ingin mengajak dunia usaha untuk melihat bahwa sistem jaminan sosial ini bukan sebagai beban, namun ini merupakan investasi yang baik bagi pekerja dan pengusaha," ujar Menaker M Hanif Dhakiri di Jakarta, Selasa (11/8/2015).

Hal tersebut diungkapkan Hanif Dhakiri seusai menghadiri Sosialisasi era baru BPJS Ketenagakerjaan di Palembang, Sumatera Selatan pada Senin (10/8/2015) malam. Turut hadir dalam acara ini Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin,  Plt Wali Kota Palembang Harnojoyo, dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan Evlyn G Massasya.

Menaker Hanif mengatakan program jaminan sosial yang diwajibkan bagi para pekerja di Indonesia merupakan investasi untuk menciptakan hubungan industrial yag sehat, kondusif dan produktif.

"Mari kita lihat jaminan sosial bagi pekerja ini sebagai investasi bagi perusahaan juga. Dengan adanya jaminan social para pekerja diharapkan dapat meningkatkan produktivitas yang semakin tinggi karena didorong dengan semakin baiknya jaminan sosial yang diterimanya," kata Hanif.

Hanif menambahkan dengan mulai diberlakukannya dan beroperasi penuh BPJS Ketenagakerjaan merupakan era baru jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia, yang mana berdasarkan UU SJSN & BPJS ada 4 program jaminan sosial baik bagi  pekerja penerima upah maupun pekerja bukan penerima upah yang bekerja di sektor informal.

Menurut aturan SJSN dan BPJS para pekerja mendapatkan perlindungan yang meliputi 4 program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Pensiun, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Kematian yang diselenggarakan  BPJS Ketenagakerjaan.

"Ini merupakan era baru jaminan social bagi pekerja di Indonesia. Orang dari berangkat ke tempat kerja sampai pulang ke rumah dilindungi melalui skema-skema perlindungan dan program yang ada di BPJS Ketenagakerjaan," kata Hanif.

Tak hanya itu, Hanif menambahkan orang berangkat ke tempat kerja sampai ke rumah kalau terjadi kecelakaan kerja bisa dicover Jaminan Kecelakaan Kerja.

Bahkan bila korban kecelakaan kerja yang berujung dengan meninggal dunia akan mendapatkan santunan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sebesar 48 kali gaji terakhir.

Hanif menambahkan, manfaat menjadi peserta BPJS ini yang membuat pemerintah mengeluarkan aturan yang mewajibkan pengusaha mendaftarkan pekerjanya. Hanif  mengharapkan para pengusaha mengikuti aturan tersebut dengan mengikutsertakan seluruh pekerja dalam empat program yakni JKK, JHT, JK, dan JP.

"Coba di program jaminan sosial mana yang memberikan santuan hingga 48 kali gaji bagi korban kecelakaan kerja yang berujung meninggal. Jika pun ada pemerintah provinsi yang akan membuat program jaminan sosial sendiri, maka saya tidak yakin bisa memberikan manfaat pasti dan manfaat tambahan seperti BPJS Ketenagakerjaan," kata Hanif.

"Ini justru sangat baik untuk hubungan industrial antara pekerja dan perusahaan. Janganlah kewajiban ini dipandang sebagai beban tapi sebagai investasi untuk menciptakan hubungan industrial yang  sehat, kondusif dan produktif bagi pekerja," kata Hanif. (BS-001)
T#g:pengusaha
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Terima Silahturahmi IPEMI Sumut, Edy Rahmayadi Harapkan Bisa Bersinergi

    Beritasumut.com–Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sumatera Utara (Sumut) dinilai memiliki potensi dalam peningkatan kesejahteraan m

  • satu bulan lalu

    Tuntut Keringanan PPN dan SVLK, Pemerintah Minta Pengusaha Mebel dan Rotan Terbuka

    Beritasumut.com-Pemerintah mendorong pengusaha mebel dan furniture untuk memanfaatkan pasar di Amerika Serikat yang terbuka menyusul perang dagang

  • 2 bulan lalu

    Ini Pesan Kamtibmas Polsek Medan Baru kepada Para Pengusaha Ritel

    Beritasumut.com-Cegah gangguan kejahatan di jalanan, Polsek Medan Baru sampaikan pesan kamtibmas kepada pengusaha ritel yang membutuhkan kenyamanan

  • 2 bulan lalu

    Polsek Medan Baru Sosialisasikan INSAN kepada Pengusaha Warnet di Kota Medan

    Beritasumut.com-Polsek Medan Baru bersosialisasi kepada para pengusaha Warung Internet (Warnet) di kota Medan, tentang cara penggunaan Internet Seh

  • 6 bulan lalu

    Menko Polhukam: Syarat Negara Maju, Pengusaha 14% dari Rasio Penduduk

    Beritasumut.com-Syarat untuk menjadi negara maju ialah jumlah pelaku entrepreneur harus lebih dari 14 persen dari rasio penduduknya. Sementara di I

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.