Jumat, 15 November 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung Ditargetkan Selesai Akhir 2016

Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung Ditargetkan Selesai Akhir 2016

Kamis, 10 Maret 2016 20:44:00
BAGIKAN:
Istimewa
Ilustrasi.
Beritasumut.com - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 menargetkan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung Tahap I untuk Terminal Multi Purpose akan selesai dibangun pada akhir Tahun 2016, dan efektif beroperasi pada kuartal I 2017.

Saat ini pembangunan fisik terminal multi purpose Pelabuhan Kuala Tanjung telah mencapai 42 persen. Proses pembangunan Terminal Multi Purpose Pelabuhan Kuala Tanjung relatif cepat sejak peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 27 Januari 2015, yang diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo. Tahap I, pelabuhan ini akan memiliki fasilitas trestle sepanjang 2,7 km, dermaga sepanjang 500 meter, container yard dengan kapasitas 500.000 TEUs dan kedalaman kolam 14-17 MLWS.

Direktur Utama Pelindo 1 Bambang Eka Cahyana menjelaskan pada temu pers, Kamis (10/3/2016), bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung akan dikembangkan sebagai "industrial gateway port" yang mengintegrasikan pelabuhan dan kawasan industri, dimana pelabuhan ini akan dikembangkan dalam empat tahap. Tahap I pengembangan Terminal Multi Purpose Kuala Tanjung (2015-2017), tahap II pengembangan kawasan Industri di Kuala Tanjung seluas 3.000 ha (2016-2018), tahap III pengembangan Dedicated Terminal/Hub Port (2017-2019) dan tahap IV pengembangan kawasan industri terintegrasi (2021-2023).

Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung yang terletak di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara ini sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia melalui program tol laut. Mengembangkan Kuala Tanjung merupakan kunci untuk mengembangkan sektor logistik di Indonesia.

"Letak strategis wilayah kerja Pelindo 1 yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, yang merupakan alur pelayaran terpadat di dunia merupakan potensi dan peluang yang harus dikembangkan. Selain mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo 1 juga mengoptimalkan potensi yang dimiliki salah satunya dengan mengoptimalkan pelayanan pada segmen pelayanan kapal atau marine service. Pelayanan marine service ini seperti, seperti pelayanan pemanduan laut dalam (deep see pilotage) di Selat Malaka, pelayanan kegiatan ship to ship transfer (STS) atau kegiatan alih muat komoditas dari satu kapal ke kapal lain di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, dan pelayanan pemanduan dan penundaan di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS)," kata Bambang.

Untuk optimalisasi bisnis marine tersebut, Pelindo 1 telah menyiapkan segala sumber daya yang dimiliki seperti kesiapan SDM, fasilitas dan peralatan. Salah satunya adalah dengan menambah satu armada kapal, yaitu kapal tunda atau tug boat yang bernama Sei Deli V yang akan melayani kegiatan marine services di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun yang merupakan cabang di wilayah Pelindo 1 yang berda di kawasan perairan Selat Malaka.

"Selain itu Pelindo 1 juga sudah melakukan penataan di Pelabuhan Belawan, diantaranya adalah penyediaan fasilitas Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) dan Tempat Penimbunan Sementara (TPS). Fasilitas TPFT ini merupakan TPFT online pertama di luar Pulau Jawa yang dapat dioptimalkan untuk menunjang kegiatan pemeriksaan fisik bea cukai dan karantina dengan mekanisme pemeriksaan karantina dilakukan terlebih dahulu sebelum respon kepabeanan atau secara bersama-sama (join inspection). Dengan adanya TPFT, proses waktu kegiatan pemeriksaan (behandle) petikemas impor menjadi lebih efektif karena sudah menggunakan sistem online yang terintegrasi," jelas Bambang.

Selain TPFT, Pelindo 1 juga sudah menata fasilitas di Terminal Penumpang Pelabuhan Belawan secara lebih modern. Setelah melakukan penambahan dua unit fasilitas garbarata, Pelindo 1 saat ini sedang melakukan pembangunan skybridge yang menghubungkan Terminal penumpang Pelabuhan Belawan dengan Stasiun Kereta Api Belawan, yang berfungsi sebagai penghubung integrasi antar moda kereta api dan kapal laut.

"Ke depan, Pelindo 1 juga akan terus melakukan penataan dan pembenahan Pelabuhan Belawan. Diantaranya penataan dedicated terminal, dimana nantinya akan dibangun car terminal, cold storage untuk komoditi hasil pertanian, pembangunan terminal curah kering, penambahan terminal petikemas sampai kapasitas 2 juta TEUs, dan juga pendalaman alur di Pelabuhan Belawan," sambung Bambang.

Selanjutnya untuk realisasi trafik yang merupakan pasar utama jasa kepelabuhanan selama Tahun 2015 dijelaskan, bahwa untuk kunjungan kapal ke Pelindo 1 terealisasi sebesar 70.258 call dengan Gross Tonage sebesar 161.401.955 GT, dan untuk trafik barang terealisasi sebesar 46.906.025 ton. Sementara untuk bongkar muat peti kemas, terealisasi sebesar 1.196.891 TEUs atau setara dengan 982.045 box, dan untuk arus penumpang yang melalui pelabuhan-pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo 1 sebesar 5.218.553 orang.

Untuk realisasi kinerja operasional di seluruh cabang pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo 1, menunjukkan kinerja yang positif. Hal ini tampak dari waiting time yang semakin singkat, seperti di Pelabuhan Belawan waiting time sebesar 0,85 jam/kapal, di BICT 0,88 jam/kapal, di TPKDB 0,95 jam/kapal dan di Pelabuhan Dumai sebesar 0,12 jam/kapal. Hal ini karena Pelindo 1 telah meningkatkan kesiapan sarana pendukung pemanduan dan memaksimalkan perencanaan waktu tunggu dermaga.

"Kinerja produktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Belawan juga semakin membaik, dimana selama Tahun 2015 Pelabuhan Belawan mampu melayani bongkar muat general cargo dengan produktivitas sebesar 45,20 T/G/H, dan BICT mampu melayani bongkar muat petikemas dengan produktivitas sebesar 33,53 B/S/H dan TPKDB sebesar 25,68 B/S/H. Produktivitas ini semakin membaik karena Pelindo 1 terus memaksimalkan kesiapan alat B/M, kesiapan alat angkutan dan gudang penerima untuk komoditi barang yang dimuat maupun dibongkar," pungkas Bambang. (BS-001)
T#g:
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 tahun lalu

    Pelindo I Butuh Rp8 Triliun Bangun Pelabuhan dan Industri Kuala Tanjung

    Beritasumut.com - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I menargetkan pembangunan fisik pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara, bisa selesai 54 per

  • 6 tahun lalu

    Pemprov Sumut Dukung PT Pelindo I Kelola Pelabuhan Kuala Tanjung

    Medan, (beritasumut.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendukung sepenuhnya rencana PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I melakukan pembangunan se

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.