Ekonomi

PTPN IV Bangun Kebun Plasma Pola Profit Sharing


PTPN IV Bangun Kebun Plasma Pola Profit Sharing
Google

Medan, (beritasumut.com) – PT Perkebunan Nusantara IV membangun kebun plasma dengan pola profit sharing di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. PTPN IV bertindak sebagai penjamin (avalis) dalam penandatanganan akad kredit antara Bank Mandiri dengan Koperasi Unit Desa Bangko Jaya, Maju Bersama, Pasar Baru, Setia Abadi sebagai petani peserta program Kredit Pengembangan Energi Nabati-Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP). Pembiayaan eskalasi ini lebih kurang untuk areal kebun plasma seluas 9.000 hektar milik 4.500 Kepala Keluarga (KK) petani plasma di Madina.

Demikian tegaskan Plt Kaur Humas/Komunikasi PTPN IV Syahrul Aman Siregar dalam siaran pers yang diterima beritasumut.com di Medan, Jumat (12/04/2013).

Dijelaskan, perusahaan tetap bersemangat membangun plasma yang diamanahkan kepada PTPN IV, namun progresnya agak terlambat yang disebabkan ketersediaan lahan yang belum optimal dan banyaknya areal yang tumpang tindih atau bermasalah sehingga banyak sorotan dari berbagai pihak yang menuding PTPN IV sebagai perusahaan yang kurang mampu. Padahal dalam pembangunan kebun plasma, PTPN IV bertindak sebagai avalis, sedangkan lahannya disediakan oleh Koperasi dan Pemkab Madina.

Sebagai avalis atau penjamin kredit, PTPN IV melaksanakan pembangunan kebun plasma, sedangkan mekanisme pencairan kredit terlebih dahulu pihak Bank Mandiri melakukan cek fisik ke lapangan, setelah itu baru kredit dicairkan. Jadi kredit yang diperoleh dari Bank Mandiri bukan jatuh kepada PTPN IV dan KUD sebagai pemilik lahan, namun benar-benar dimanfaatkan untuk membuka dan membangun areal kebun plasma milik rakyat.

Disamping itu, kata Siregar, banyaknya pihak lain yang menduga bahwa dana yang telah diikat dalam akad kredit antara Bank Mandiri dengan Koperasi telah diambil atau digunakan PTPN IV, Pemda, Koperasi adalah tidak benar. Dalam realisasi pembangunannya PTPN IV telah lebih dahulu menggunakan dana sendiri sebesar lebih kurang Rp110, 8 miliar untuk areal seluas 3.069,55 hektar, sedangkan penarikan kredit baru dilaksanakan sebesar Rp57,4 miliar, sehingga masih ada biaya pre financing (biaya PTPN IV) sebesar Rp53,4 miliar yang belum ditarik dari Bank Mandiri.

Bagi PTPN IV pembangunan kebun plasma program KPEN-RP memiliki makna khusus, karena bukan hanya atas pertimbangan bisnis semata, melainkan memiliki nilai luhur sebagai bentuk sumbangsih perusahaan kepada masyarakat, bangsa dan negara, serta manifestasi dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan (corporate social responsibility/CSR). Sebagai perusahaan tentunya kami memiliki tanggung jawab dan empati untuk ikut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan.

Pembangunan kebun plasma ini mengikuti standar yang sama dengan pengelolaan kebun inti di PTPN IV. Tiada kebanggaan yang luhur kecuali kelak kita nanti akan menyaksikan bahwa petani peserta dan masyarakat sekitar perusahaan dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidupnya menjadi semakin sejahtera.

“Model yang kita bangun ini dengan pola profit sharing, dan sistem ini kepemilikan lahan bersifat kolektif atas nama koperasi dengan tujuan untuk menghindari pengalihan kepemilikan lahan dan petani plasma ikut bekerja secara bersama mengelola kebun. Pola ini yang pertama kali dilakukan oleh PTPN IV, dan akan menjadi contoh bagi pembangunan plasma di daerah lain, seperti harapan Kementerian Negara BUMN,” tandas Siregar. (BS-001)

Tag: