Ekonomi

Kenaikan Harga Sembako di Madina Masih Wajar


Kenaikan Harga Sembako di Madina Masih Wajar
Google
Ilustrasi
Panyabungan, (beritasumut.com) – Kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) jelang bulan suci Ramadhan 1434 Hijriyah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih mencapai 5-10 %. Kenaikan ini masih wajar.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindang UKM Pasar Lis Mulyadi Nasution di ruangan kerjanya, Rabu (3/7/2013). Dikatakanya, kenaikan harga sembako ini belum begitu tinggi, ini masih standar.

“Sampai saat ini kita masih terus memnatau harga-harga pasar. Kalau kita menemukan harga yang tidak sesuai eceran di pasaran atau lebih tinggi harganya di pasaran, kita akan menyurati perusahan yang mengeluarkan barang itu, agar menyesuaikan harga eceran,” sebutnya.

Namun, sampai saat ini belum ada ditemukan harga yang lebih tinggi dari harga eceran. Kenaikan harga yang tertinggi masih mencapai 10%. Itu hasil pantauan di pasar-pasar. Untuk puasa nanti belum diketahui, pihaknya akan masih memantau, terangnya.

Kenapa kenaikan harga sembako ini tidak begitu tinggi di Kabupaten Mandailing Natal, karena sampai saat ini stok Madina masih cukup. Untuk di pasaran, kenaikan harga ini diperkirakan hanya sampai di sini jangan naik lagi, karena yang susah nanti masyarakat juga, ungkapnya.

Masih kata Lis Mulyadi, Pemkab Madina akan berupaya terus agar stok untuk Madina tidak berkurang, supaya harga jangan naik lagi.

Sementara Ati salah datu pedagang di Pasar Baru, Panyabungan, yang dijumpai wartawan, mengatakan, bahwa kenaikan akibat dari naiknya harga BBM, belum karena bulan puasa. Kenaikannya belum begitu tinggi, masih biasa kenaikannya.

“Mudah-mudahan kenaikan harga sembako ini cukup sampai sagini saja, jangan naik lagi, karena kalau naik lagi, bisa-bisa omset kita yang akan menurun. Karena pembeli semakin sedikit dan porsi untuk membeli salah satu bahan pokok itupun dikurangi pembeli,” terangnya. (BS-026)

Tag: