Jumat, 22 November 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Kebijakan Impor Jeroan Sapi Dinilai Sebagai Langkah Mundur

Kebijakan Impor Jeroan Sapi Dinilai Sebagai Langkah Mundur

Jumat, 22 Juli 2016 10:22:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS Hermanto

Beritasumut.com-Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS Hermanto meminta pemerintah untuk menyetop impor jeroan sapi dari luar negeri. Sebab, Hermanto menilai kebijakan ini sebagai langkah mundur pemerintah di sektor pertanian dan perdagangan.

“Impor Jeroan itu merugikan peternakan rakyat, berdampak negatif terhadap kesehatan serta dapat merendahkan martabat bangsa karena pada kenyataannya jeroan sapi di luar negeri dikonsumsi sebagai pakan ternak dan hewan peliharaan,” ujar Hermanto, Jumat (22/07/2016).

Prinsipnya, kata dia, Fraksi PKS setuju dengan rencana pemerintah untuk menurunkan harga daging sapi hingga mencapai Rp 80.000 per kilogram. Namun, bukan dengan cara mengimpor jeroan yang diharapkan menjadi substitusi bagi masyarakat menengah ke bawah yang tidak dapat membeli daging sapi.

“Artinya masyarakat digiring untuk mengkonsumsi makanan yang tidak sehat. Tentu ini cara berfikir jangka pendek dan bukan terobosan kebijakan yang diharapkan untuk mengatasi gejolak kenaikan harga daging sapi,” jelas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat I ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, Fraksi PKS menawarkan solusi untuk mengatasi fenomena kenaikan harga daging sapi yang terus merangkak naik. Yaitu, dengan mendorong pemerintah untuk melanjutkan program swasembada daging sapi, pengembangan peternakan rakyat, dan memperbaiki sisi permintaan (demand) dari masyarakat.

“Kebijakan yang digulirkan harus kompehensif, yaitu tidak hanya sisi supply-nya saja yang dibenahi, tapi demand-nya juga perlu diperhatikan. Misalnya, adanya beragam substitusi daging sapi yang sehat dan bergizi, seperti daging ayam, telur atau komoditas lainnya. Atau program diversifikasi melalui swasembada protein karena sumber protein bukan hanya dari daging sapi tetapi juga bisa dari ikan atau lainnya,” ujar Hermanto.(BS01)

T#g:
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    Dua Hari Lagi Lebaran, Harga Daging Sapi di Binjai Melonjak Naik

    Beritasumut.com-Mendekati lebaran, sejumlah harga kebutuhan pokok tumah tangga terus merangkak naik. Di Binjai, harga daging sapi sudah mengalami kena

  • 3 tahun lalu

    Bisnis Ilegal Daging Sapi oleh Oknum TNI Berhasil Dibongkar

    Beritasumut.com-Penyelundupan daging sapi yang banyak beredar di Medan terbongkar. Buktinya daging sapi yang hendak dijual kepada pedagang sebanyak 8

  • 4 tahun lalu

    KPPU RI Sidak Distributor Bawang Merah

    Beritasumut.com-Dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan jelang bulan puasa dan Lebaran, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI mel

  • 4 tahun lalu

    Jelang Ramadhan, Mustahil Harga Daging Sapi di Bawah Rp 80.000/Kg

    Beritasumut.com-Jelang bulan ramadhan dan lebaran, Presiden Jokowi meminta untuk menurunkan harga daging sapi di bawah Rp 80.000 per kg.Harga ini dini

  • 4 tahun lalu

    KPPU Denda LG International Corp Sebesar Rp 8 Miliar

    Beritasumut.com-Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI melalui Majelis Komisi yang terdiri dari Kamser Lumbanradja MBA (Ketua Majelis), Dr Sukarmi

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.