Cerita Sumut

Teater Santa Angela Bermimpi Pentas ke Jakarta dan Ditonton Banyak Orang

Teater Santa Angela Bermimpi Pentas ke Jakarta dan Ditonton Banyak Orang
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Saat sebagian besar anak-anak bermimpi ingin liburan ke Disneyland, bermain salju ke Eropa, jadi astronot ke Planet Mars, anak-anak Panti Asuhan Putri Santa Angela Delitua Medan, Sumatera Utara bermimpi untuk bisa menampilkan aksi teaterikalnya ke Jakarta.
 
"Dengan penuh suka cita, para anak panti asuhan ini menyisihkan waktunya di sela jam belajar menghadapi ujian semester di sekolah, merawat ternak, dan menyiapkan makanan untuk dijual di beberapa tempat. Mereka rajin berlatih demi mewujudkan mimpi ini," demikian ungkap Suster Bernadette Saragih FSE, ibu pengasuh anak Panti Asuhan Putri Santa Angela, melalui siaran persnya, Jumat (22/12/2017).
 
Suster Bernadette yang merangkap pengasuh ini menuturkan, semangat anak-anaknya yang hampir tidak pernah mengenal Orangtuanya ini sangat luar biasa. "Mereka tekun berdoa dan percaya akankekuatan doa terwujudnya mimpi bisa mementaskan Drama Musikal berjudul 'Anak Yang Hilang' pada tanggal 5-6 Januari 2018 mendatang di Pusat Perfilman Usmar Ismail Jakarta," sambungnya.
 
Berkolaborasi dengan teater Katak dan EforD Jakarta, lanjut Suster Bernadette, di bawah arahan Sutradara Venantius Vladimir Ivan MHk atau yang biasa disapa Ivan beserta team kesenian dari Jakarta, Ivan telah melatih anak-anak Panti ini sejak bulan Juli 2017.
 
Pencetus ide pertunjukkan ini Hidayati Artarini SSos MIKom menuturkan, para anak panti terus bekerja keras membangun sukses pentasnya. "Kota Jakarta dipilih sebagai tempat pertunjukan karena Megapolitan ini merupakan barometer seni dan budaya yang akan
ikut andil menempa pembangunan diri anak-anak ini. Drama musikal ini sarat dengan nilai seni budaya, terutama budaya lokal tradisional seperti gondang dan desain panggung Sumatera Utara, kain ulos dan lagu-lagu dalam bahasa Batak yang khas diaransir secara menarik," paparnya.
 
Sementara itu Yosephine Francisca Vina SPd selaku pendidik yang memprakarsai dan menjadi penggerak laju perjalanan menuju hari pementasan mengungkapkan, Arta dan Nata OFS bersama suster merancang, mengolah dan mengemas kegiatan dari pembinaan, pelatihan teater ini. "Bersama Cassandra Putri S sebagai pimpinan produksi, kami percaya anak-anak adalah aset Bangsa dan harus terus dibina dengan membangun karakter pendidikan. Melalui rumpun kedaerahan, anak-anak kelak mempunyai jiwa yang kuat dan punya kepedulian untuk berbagi kepada saudara sesamanya," katanya.
 
Menurutnya, Drama musikal ini mengusung konsep cerita tentang konflik yang terjadi antara tokoh remaja bernama Markus yang memiliki karakter watak pemberontak dengan lingkungan di sekitarnya. Sering membuat kekacauan di desa tempat tinggalnya, memaksa sang Ayah untuk akhirnya mengusir Markus pergi dari desa. Seorang diri, tak kenal siapapun, luntang-lantung di tengah kerasnya kehidupan kota besar, lalu bertemu dengan seorang gadis menawan. Markus bertanya-tanya apa yang harus lakukannya?
 
"Seperti juga pertanyaan yang terus mengusik hati anak-anak Panti Asuhan Putri Santa Angela Delitua Medan ini, akankah mimpi sederhana mereka bisa terwujud?," tandasnya mengakhiri. (Rel)